Baju mereka rapih, berwibawa, semua mata bisa terpukau, tak kan percaya mereka caleg gadungan. Caleg-caleg ini datang tepat saat tempat ini dibuka pada pukul 10.00 WIB dan baru mereka tinggalkan saat diusir satpam pada pukul 22.00 WIB malam harinya.
Calon wakil rakyat palsu ini pun segera menikmati fasilitas internet gratis yang disediakan KPU. Sesekali mereka memang membuka halaman update perolehan suara, selebihnya mereka tampak asyik bermain facebook atau sekedar chating via yahoo messenger, sudah seperti di rumah sendiri saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPU memang sudah melihat gelagat buruk ini, meja makan pun dipindahkan ke media center, dengan maksud supaya 'lebih terkontrol'. Namun kejadian 'amit-amit' justru tejadi.
Seorang yang mengaku caleg tiba-tiba marah saat masuk media center KPU, "Saya kok ga dapat makan, saya kan caleg?" kata lelaki berkulit hitam itu, dengan sombongnya dia menghardik petugas di media center.
Anehnya begitu ditanyai identitasnya orang ini pun urung marah dan memilih pulang kerumah. Ternyata, selidik punya selidik menurut informasi seorang petugas dia memang bukan calon wakil rakyat betulan.
Di luar sana, caleg-caleg seperti ini masih asyik sembunyi-sembunyi mencuri-curi makanan di tengah kerumunan panitia yang sedang mengantri.
Sungguh ajaib, mereka-mereka ini ada di pusat real count KPU ini sepanjang hari sejak acara dibuka. 20 April nanti, saat semua fasilitas ini ditutup, semoga mereka sudah mendapat kantor baru, yang baik untuk masa depan mereka.
(van/ndr)











































