Demikian kata Presiden SBY menanggapi pernyataan sejumlah tokoh partai politik tentang penyelenggaraan Pemilu 2009. Hal ini disampaikannya dalam pidato di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2009).
"Tuduhan membabi-buta apalagi tanpa bukti yang dapat dipertanggung jawabkan bahwa pemilu ini curang dan hasil penghitungan suara KPU yang belum selesai juga dihakimi sebagai tidak benar, tentulah sikap yang prematur dan bukan politik yang baik. Jangan kita melukai hati rakyat karena mereka merasa bahwa aspirasi dan pilihannya tidak dipercaya," kata SBY,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga mengajak para pemimpin dan elit di negeri ini cermat dan patut dalam menyampaikan pernyataan politik dan juga dalam gerakan politik. Sikap curiga yang berlebihan disertai tindakan main tuding apalagi dalam amarah dan kurangnya jiwa sportifitas, bukanlah karakter kehidupan demokrasi yang kita tuju. Demikian juga provokasi dan penghasutan kepada rakyat tanpa bukti, bukanlah ciri-ciri demokrasi yang penuh keadaban,β sambungnya.
Bukan berarti SBY menutup mata terhadap tindak pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu 2009. Tapi akan jauh lebih tepat bila semua permasalahan dibuktikan dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.Β
Lebih lanjut SBY mengajak para elit politik meneladani rakyat Indonesia yang semakin matang dan dewasa dalam berdemokrasi. Buktinya adalah pelaksaan kampanye tertutup hingga rapat umum terbuka serta hari-H Pemilu 2009 berlangsung lancar, aman dan tertib.
"Sesuatu yang patut dicontoh oleh para pemimpin dan elit politik di negeri ini, oleh kita semua," sambung SBY.
(lh/anw)











































