Hal itu disampaikan Direktur ICCN dan Ketua ICMI Orwil Eropa Dr Sofjan Siregar kepada detikcom hari ini, Kamis (16/4/2009), menanggapi sikap Ketua Kelompok Kerja Teknologi Informasi KPU Abdul Azis terkait kesalahan angka perolehan suara caleg Partai Demokrat dapil II Sulawesi Selatan yang mendapat suara 111.226.214. Padahal total suara yang diterima KPU masih 7.886.812.
"Kesalahan angka 11.226.214 itu sungguh sangat menyakiti perasaan rakyat Indonesia. Kenapa KPU terkesan bahkan secara explisit mencari pembenaran yang sudah jelas salah?" gugat Sofjan.
Menurut Sofjan, klaim KPU bahwa error tabulasi hanya 0,3 sungguh sangat tidak tepat. Yang betul dengan kasus ini membuktikan bahwa keakuratan data KPU itulah yang 0.3 %, bukan errornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan bahwa Abdul Azis semestinya menjelaskan kepada rakyat berapa angka perolehan suara yang benar atau suara yang tidak direkayasa untuk caleg itu?
"Sebelum angka itu jelas, saya kira memang penghitungan sandiwara versi tabulasi KPU dan lembaga lainnya harus dihentikan secepat mungkin, sebelum sandiwara angka palsu mencapai puluhan juta," tandas Sofjan.
Ditambahkan bahwa jika hal itu tidak dilakukan, maka KPU dan rakyat Indonesia akan membayar mahal harga sandiwara tabulasi KPU, bom konflik horizontal antarparpol tidak bisa dihindari.
Sofjan mengaku mengamati kejanggalan perolehan suara dari hari pertama hingga sekarang hampir 8 juta suara, posisi dan urutan suara lima partai tidak bergeser dan tidak berobah persentasenya? "KPU telah melakukan pelecehan terhadap pemilu 2009," demikian Sofjan.
(es/es)











































