"Kenapa harus Jusuf Kalla menjadi capres lagi? Pertama, harmonisasi hubungan
selama lima tahun ini menjadi indikator kecocokan antara SBY-JK," kata mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) M Fakhruddin dalam keterangannya melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).
Alasan kedua, lanjutan Fakhruddin, JK dianggap orang yang paling siap tidak
popular dalam membuat terobosan kebijakan. Selain itu, sikap sejumlah kader
Golkar di parlemen yang konsisten dalam mengawal koalisi antara SBY-JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa sikap itu, pasti JK akan menjadi bulan- bulanan dan dianggap penyebab utama menurunnya suara Golkar," ujarnya.
Mengenai adanya gesekan kecil yang mungkin terjadi antara SBY-JK, dikatakan
Fakhruddin, hal yang wajar. "Sebab, Golkar kekuatan mayoritas dan mereka merasa punya peran besar dalam mengamankan kebijakan pemerintah di Parlemen. Dalam posisi di bawah partai Demokrat, tentu Golkar akan tahu diri dalam melihat positioning mereka," ungkapnya lagi.
(zal/anw)











































