DPT Pemilu 2004 Juga Bermasalah, Tapi Tak Ada yang Protes

DPT Pemilu 2004 Juga Bermasalah, Tapi Tak Ada yang Protes

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2009 19:13 WIB
DPT Pemilu 2004 Juga Bermasalah, Tapi Tak Ada yang Protes
Jakarta - Penilaian Pemilu 2009 sebagai yang terburuk dalam sejarah pesta demokrasi di Indonesia tidak tepat. Pemilu 2009 justru lebih demokratis dibandingkan tahun 2004.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Jaringan Nusantara, Andi Arief, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (16/4/2009).

"Waktu Pemilu 2004, ada upaya mengajak TNI/Polri tidak netral dan sebagainya, tapi saat ini tidak. Jadi salah kalau bilang pemilu 2009 adalah yang terburuk," kata Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai kekacauan DPT, menurut Andi, hal tersebut juga terjadi pada Pemilu 2004. Hanya saja, saat itu tidak ada protes dari parpol yang meraih suara kecil.

"Beda seperti sekarang. Parpol yang memperoleh suara kecil ramai-ramai protes. Padahal sejak dulu masalah kekacauan DPT juga sudah ada. Dan kasus ini merugikan semua pihak, tak terkecuali Partai Demokrat," ungkap Andi.

Tanggung Jawab DPR

Secara terpisah, pengamat sosial yang juga Ketua Forum Warga Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai, berbagai kekacauan yang terjadi di Pemilu 2009 merupakan tanggung jawab para politisi dan anggota Komisi III DPR. Sebab merekalah yang memilih para anggota KPU saat ini.

"Seharusnya mereka (Komisi III) memanggil anggota KPU saat mengetahui adanya kekacauan DPT. Mereka memiliki banyak waktu untuk melakukan hal itu, tapi tidak dilakukan," ujar Azas Tigor.

(djo/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads