Hal tersebut disampaikan Sekjen Jaringan Nusantara, Andi Arief, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (16/4/2009).
"Waktu Pemilu 2004, ada upaya mengajak TNI/Polri tidak netral dan sebagainya, tapi saat ini tidak. Jadi salah kalau bilang pemilu 2009 adalah yang terburuk," kata Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beda seperti sekarang. Parpol yang memperoleh suara kecil ramai-ramai protes. Padahal sejak dulu masalah kekacauan DPT juga sudah ada. Dan kasus ini merugikan semua pihak, tak terkecuali Partai Demokrat," ungkap Andi.
Tanggung Jawab DPR
Secara terpisah, pengamat sosial yang juga Ketua Forum Warga Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai, berbagai kekacauan yang terjadi di Pemilu 2009 merupakan tanggung jawab para politisi dan anggota Komisi III DPR. Sebab merekalah yang memilih para anggota KPU saat ini.
"Seharusnya mereka (Komisi III) memanggil anggota KPU saat mengetahui adanya kekacauan DPT. Mereka memiliki banyak waktu untuk melakukan hal itu, tapi tidak dilakukan," ujar Azas Tigor.
(djo/anw)











































