"Kita bekerja sama dengan instansi kesehatan dan rumah sakit di sekitar pelabuhan dan bandara. Kita minta setiap orang yang masuk atau datang untuk dilakukan pengecekan kesehatan," kata Humas Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Tini Suryanti saat dihubungi wartawan, Kamis (16/4/2009).
Menurut dia, dinkes dan puskesmas setempat akan melakukan investigasi jika ada indikasi flu Singapura.
"Ini sudah ada protapnya. Tetapi dilakukan semenjak isu flu Singapura ini merebak," ujarnya.
Tini mengatakan, flu Singapura pernah menyerang sekolah internasional di Jakarta Selatan pada tahun 2004 silam.
"Pada waktu itu yang terserang lebih dari 10 anak. Sekolah sempat diliburkan dan disterilkan. Untuk tahun 2009, kasusnya terjadi Februari-Maret namun hanya ada 1 atau 2 kasus," beber Tini.
Dikatakan dia, cara penyembuhan penderita dari penyakit ini adalah, penderita harus diisolasi, tidak boleh keluar. "Kalau menyebar di sekolah maka sekolah harus diisolasi dan disterilkan. Ini sebenarnya penyakit Hand Foot Mouth Disease (HFMD)," tuturnya.
Cara penularannya sangat cepat sekali. Biasanya menyerang anak-anak setelah bepergian dari Singapura. Penularannya lewat udara. Ciri-cirinya, panas di mulut seperti sariawan, di tangan seperti ada luka melepuh.
"Cara pengobatannya bisa dengan antibiotik biasa. Yang pasti bisa diisolasi dan jangan sampai keluar," kata Tini.
(aan/nrl)











































