Harapannya agar wakil presiden yang bersangkutan bisa membantu tugas presiden sepenuhnya tanpa 'mengganggu' dengan manuver politik karena merasa memiliki kekuatan parpol di belakangnya. Bahasa sederhananya adalah wapres itu tidak lebih dari ban serep.
"Kalau kami ingin wakilnya SBY nanti tak lebih dari ban serep. Kalau diperintah jalan kalau tidak ya membantu tugas presiden. Tidak seperti sekarang ini, mengumpulkan menteri sendiri, membuat acara sendiri. Ini tidak sesuai dengan penguatan sistem presidensiil," kata Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat koalisi SBY-JK sekarang ini gagal. Sistem presidensiil tidak boleh ada matahari kembar. Yang bertanggung jawab hanyalah presiden. Wapres tidak boleh seperti sekarang membuat rapat-rapat sendiri, karena posisinya hanyalah ban serep," paparnya.
Saat ditanya siapa yang dijagokan PKS untuk mendampingi SBY, Fahri menolak menyebutkannya. Alasannya, penentuan cawapres SBY murni hak prerogatif SBY yang tidak bisa diintervensi dan ditekan oleh kelompok mana pun.
"Urusan wapres, kasih sepenuhnya ke Presiden SBY. Pasti dia lebih tahu siapa yang layak digandeng dan akan membawa kemenangan. Yang penting jangan ada tekanan dari parpol atau sosok yang memiliki kekuatan parpol," pintanya.
(yid/nrl)











































