"Masih ada kemungkinan SBY masih suka dengan JK, karena pengalamannya. Jadi lupakan saja hurt feelingnya, balik saja, jadi imbang," ujar pengamat politik UI Maswadi Rauf.
Maswadi mengatakan itu usai diskusi publik bertajuk 'Analisis Hasil Awal Pemilu Legislatif 2009: Pergeseran Konstalasi Politik dan Wajah Parlemen di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Kamis (16/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi SBY dan JK sama-sama menelan pil pahit. Kalau Golkar merasa harga diri dijatuhkan karena dituduh nggak bakal tembus 2,5 persen suara, SBY juga pasti sakit hatilah karena JK bilang lebih cepat lebih baik," beber dosen FISIP UI Ini.
Maswadi menilai, SBY tetap akan mengambil JK sebagai pendampingnya. Sebab SBY tidak mau ambil risiko.
"Saya pikir SBY itu ingin main safe. Dia tidak mau berjudi menerima orang lain selain JK. (nik/iy)
