"Mereka tak sabar untuk cepat-cepat berkuasa pada hal masih banyak persoalan terkait pelaksanaan pemilu," tutur Direktur Utama Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).
Ray kemudian membeberkan permasalahan pemilu yang seharusnya menjadi prioritas untuk segera dibereskan ketimbang memikirkan koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ray, hingga saat ini tidak jelas pihak yang bertanggung jawab atas semua kisruh pemilu 2009.
"Pemerintah tak mau disalahkan pun begitu KPU," imbuh Ray.
Menurut Ray, pembicaraan tentang koalisi adalah pengabaian pemilu bersih. Parpol hanya butuh kalah atau menang, tidak membutuhkan demokrasi.
"Mereka jadi benalu demokrasi. Demokrat mestinya lebih sabar dan sebaiknya ikut mastikan pemilu bersih," pungkasnya.
(van/irw)











































