Tokoh Capres Kuat Bila Gap Dukungan Elit & Massa Kecil

Jelang Pilpres 2009

Tokoh Capres Kuat Bila Gap Dukungan Elit & Massa Kecil

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2009 14:14 WIB
Tokoh Capres Kuat Bila Gap Dukungan Elit & Massa Kecil
Jakarta - Sejumlah calon presiden yang akan bertarung dalam Pilpres 2009 semakin gencar melakukan manuver politik untuk mencari dukungan, baik kepada partai atau basis massa. Lembaga Survei Indonesia (LSI) memprediksikan tokoh yang kuat adalah calon yang gap dukungan elit dan massa pemilihnya kecil, seperti elit dan massa Partai Demokrat dalam mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Temuan kita, calon presiden yang kuat adalah calon yang gap (jurang pemisah) dukungan terhadap elit dan massa pemilihnya kecil. Semakin kecil gap itu, maka semakin kuat dukungan terhadap calon tersebut dan semakin kecil inskoherensi elit partai dan massa pendukung partainya," kata Direktur Riset LSI Kuskrido Ambardi dalam jumpa pers hasil Split Voting dalam Pemilihan Presiden 2009 di kantornya Jl Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2009).

Menurut Kuskrido, split voting ini dilakukan dengan metode exit poll yang dilakukan pada 9 April 2009 lalu di 2.100 TPS yang dipilih secara random di seluruh Indonesia. Sejumlah responden ditanyai apabila pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa dari nama-nama yang akan dipilih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan itu diulang sebanyak tiga kali dengan daftar calon presiden berbeda jumlahnya, yaitu 27 nama, 6 nama dan tiga nama. Nama tokoh yang ditanyai itu adalah SBY, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Hidayat Nurwahid, Wiranto dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Kuskrido menjelaskan, hubungan paling solid antara pilihan partai atau caleg dengan pilihan capres yang bersangkutan paling kuat ditemukan pada Partai Demokrat dan SBY.

"Hampir semua pemilih Demokrat sebesar 86 persen adalah pemilih SBY," jelasnya.

Sementara untuk tingkat soliditas kedua ditemukan pada hubungan PDIP dan Megawati, yakni sebesar 65 persen. Masih ada sekitar 35 persen dari pemilih PDIP yang menyebar ke mana-mana, terutama pada SBY. Untuk rangking soliditas ketiga ditemukan antara Partai Gerindra dan Prabowo sebesar 55 persen dari pemilih Gerindra (4 persen).

Sementara selebihnya dukungan bocor ke mana-mana, terutama ke SBY. Sedangkan soliditas keempat antara Partai Golkar dan JK hanya sekitar 22 persen.

"Dalam masalah tingkat dukungan eksternal ini, SBY punya kekuatan 46 persen, jauh di atas Mega yang hanya 12 persen dan Prabowo hanya 8 persen," ungkapnya.

Dalam exit poll itu, lanjut Kuskrido, bila PKS, PP, PKB, Golkar, PAN, Hanura dan partai politik lainnya mendukung Mega atau Prabowo, maka gap antara elit dan massa pendukun partai sangat besar.

"Yang paling koheren dalam dukungan elit dan massa partai adalah bila PDIP dan Gerindra berkoalisi menghadapi partai-partai politik lainnya dan bila parpol lain ini mendukung SBY," ujarnya.

(zal/irw)


Berita Terkait