Selain Ketua Umum PDK Ryas Rasyid, Capres dari blok perubahan Rizal Ramli juga datang ke rumah anak proklamator itu. Tak ada yang mendampingi kedatangan mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini.
"Saya ingin bertemu Mbak Mega, Bang Taufiq Kiemas untuk membicarakan soal DPTyang penyelesaiannya belum tuntas. Ini harus diambil langkah-langkah yang konkret," kata Rizal yang mengenakan stelan jas hitam ini.
Rizal meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bertanggung jawab atas karut marutnya DPT pemilu legislataif lalu dengan cara mengganti anggota KPU.
"Kalau tidak (mengganti) SBY akan mendapat banyak masalah," ancam Rizal.
KPU, kata dia, tidak independen dalam menyelenggarakan pemilu legislatif. KPU dinilai tidak bisa menjadi wasit yang adil. Karena itu selayaknya SBY sebagai orang yang dikesankan adil dan bijak harus mengambil sikap tegas terhadap prilaku anggota KPU ini.
"KPU tidak profesional dalam merespon masalah DPT. Masalah DPT sudah berbulan-bulan muncul, tapi tidak ditanggapi. Kasus DPT Jatim itu adalah testing ground," pungkasnya.
Sebelumnya, Selasa 14 April lalu, Rizal beserta sejumlah tokoh dan pimpinan parpol menandatangani pernyataan bersama soal keprihatinan pelaksanaan pemilu legislatif 9 April lalu. Mereka juga menduga telah terjadi kecurangan dan posisi KPU yang tidak independen sebagai penyelenggaran pemilu. (lrn/yid)











































