Pendapat tersebut diungkapkan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hotel Borobudur, Jl Pejambon, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2009) malam.
"Menurut PKS Wapres terbaik untuk SBY berasal dari nonpartai. Ketika Pak SBY merekut calon nonpartai, dia lebih leluasa sebagai presiden," ujar Mahfudz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak tarik menarik kekuasaan. Pemerintah sekarang abnormal, ketika wapres berasal dari partai besar," imbuhnya.
PKS menurutnya belum menentukan koalisi. Koalisi akan ditentukan setelah Rapat Pimpinan Nasional yang diadakan pada 25 April 2009 nanti.
"Ide kami sekarang, SBY dengan calon nonpartai. Atau dari PD sendiri. Dua minggu ini, paprol akan saling menjajaki. Situasi politik mulai memanas. PKS akan berkoalisi, nanti setelah Rapimnas," jelasnya.
Apakah PKS masih ingin mengusung SBY-Hidayat?
"Arus bawah PKS menginginkan koalisi dengan SBY. Namun tergantung kontrak politiknya. SBY-HNW, kalau dihitung politik sudah tidak mungkin. SBY orang jawa, Hidayat orang jawa. Jawa-Jawa kan sudah tidak masuk. Realitas politik di Indonesioa, sentiman jawa-luar jawa sangat besar. Tidak bisa diabaikan," jelas dia.
(nwk/nwk)











































