Peluang skenario satu capres ini sangat mungkin terjadi. Apalagi, sejumlah partai politik (parpol) yang kecewa dengan hasil Pemilu 2009 semakin intensif bertemu. Mereka kompak menyatakan bahwa Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah dan mempermasalahkan kasus daftar pemilih tetap (DPT) ke jalur hukum.
Informasi yang diterima detikcom, Rabu (15/4/2009), bisa saja pertemuan parpol-parpol ini mengarah pada pemboikotan terhadap pilpres 2009. "Mereka kompak tidak mengajukan capres dan membiarkan SBY maju sendirian," kata salah seorang sumber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah parpol dan tokoh telah melakukan pertemuan-pertemuan menyikapi Pemilu 2009. Pertemuan yang sangat mencolok diinisiasi oleh PDIP. Antara lain, PDIP melakukan pertemuan dengan Hanura, Gerindra, PBB, PPRN, dan PAN. Sejumlah tokoh juga hadir dalam pertemuan di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, seperti Gus Dur, Prabowo, Wiranto, Yenni Wahid, dan Sutiyoso.
Memang hingga saat ini belum jelas ke mana arah mereka selain menilai Pemilu 2009 terburuk dan mempersoalkan DPT. PDIP masih menginginkan Megawati menjadi capres, Gerindra masih mengupayakan Prabowo menjadi capres, begitu juga Hanura masih berkehendak mengusung Wiranto. Belum ada kesepakatan bersama yang lebih kongkret ke arah Pilpres.
Namun, skenario membiarkan satu capres dalam Pemilu 2009 bisa saja muncul bila ada pemicu yang sangat kuat. "Kalau sampai persoalan DPT tidak direspons dengan proporsional, bisa saja skenario ini menguat," kata sumber tersebut.
Bila skenario satu capres di Pilpres 2009 ini benar-benar terjadi, maka akan bisa menggagalkan Pilpres 2009. Sebab, dalam UU, tidak diperbolehkan hanya ada satu capres dalam Pilpres. Bisa saja Partai Demokrat (PD) yang mengusung SBY sebagai capres mengantisipasinya dengan membentuk capres boneka.
Namun, apakah akan bisa mudah hal itu dilakukan Demokrat? Sebab, untuk mengajukan capres, koalisi parpol harus memiliki minimal 25% suara nasional, kecuali parpol-parpol pemboikot Pilpres tidak kompak.
Informasi yang didapatkan detikcom dari sumber di Demokrat, saat ini partai yang diprediksi sebagai pemenang Pemilu 2009 ini sudah mencermati dan mengantisipasi skenario itu. Salah satunya, dari jauh-jauh hari, Demokrat menggalang koalisi dengan parpol-parpol besar maupun parpol-parpol yang diprediksi tidak lolos parliamentary threshold (PT) dan electoral threshold (ET). Seperti yang dilakukan Demokrat siang ini yang menggandeng PDS dan PPPI.
(asy/nrl)











































