Gedung DPR pukul 11.30 WIB. Keluar dari sedan hitam bernomor RI-6, Agung tampak bersemangat menerima ajakan para wartawan ke ruang wartawan DPR.
Tentu saja raut muka Agung ini berbeda dengan 2 hari kemarin. Selama 2
hari itu, ketika dicegat wartawan, raut muka Agung tampak redup dan matanya memerah.
"Agak kurang tidur," kata Agung pada Selasa (14/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi diakui Agung suara partainya juga menurun di dapilnya di DKI Jakarta I yakni Jakarta Timur. Malah di awal-awal penghitungan, sempat diberitakan pula perolehan suaranya ia disalip pelawak Mandra Ys yang juga maju dari Dapil DKI Jakarta I dari PAN.
Beruntung pagi ini kabar baik menghampiri dia. Perolehan suaranya di
tabulasi nasional KPU meningkat.
"Kabar terakhir tadi pagi sudah 6 ribuan," katanya kepada wartawan sembari
berjalan ke ruang wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
Berdasarkan data di tabulasi nasional KPU pagi ini, Partai Demokrat saat
ini masih tercatat sebagai pengumpul suara terbanyak di dapil DKI Jakarta I denganΒ 40.189 suara. PKS membuntuti dengan 21.102 suara. Golkar sendiri meraup 6.534 suara, di bawah PDIP yang meraup 9.882 suara.
Suara perolehan caleg di dapil ini masih dipuncaki 2 caleg Partai Demokrat, yakni Tri Yulianto dengan 7.815 suara, dan Hayono Isman dengan 7.388 suara.
Caleg PKS Ahmad Zainudin di urutan ke-3 dengan 4.313 suara, disusul urutan ke-4 ditempati Rama Pratama dengan 3.281 suara. Agung Laksono yang dipasang di nomor urut 1 oleh Golkar berada di urutan ke-5 dengan 3.022 suara.
Dapil DKI Jakarta I sendiri menyediakan 6 kursi untuk DPR RI. Kalau perolehan suara di atas tak berubah banyak, Agung Laksono pun diprediksi kembali melenggang ke Senayan.
"Saya optimis, doakan saja," kata Agung bersemangat.
(Rez/aan)











































