"Partai juga banyak yang asal-asalan merekrut caleg, mereka terus diiming-imingi harapan semu. Padahal belum tentu jadi," kata psikolog Dadang Hawari kepada detikcom, Rabu (15/4/2009).
Menurut Dadang, berbagai ungkapan kekecewaan yang terjadi juga akibat sistem pemilu yang kurang baik. Sistem suara terbanyak yang diterapkan tahun ini, membuat caleg lebih banyak mendapat tekanan untuk menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya ada caleg yang dari artis, lalu suaranya lebih banyak. Gimana nggak stres tuh caleg yang bukan artis?" kata Dadang.
Oleh karena itu, Dadang berharap sistem pemilu yang akan datang dibuat lebih sederhana. Selain itu, partai politik juga harus memberi penjelasan rasional tentang kemungkinan lolos tidaknya caleg tersebut.
"Kalau memang partai kecil, ya bilang saja kemungkinannya kecil," pungkasnya.
Seperti diberitakan, sejumlah caleg berobat alternatif di Cirebon karena mengalami depresi. Bahkan ada caleg dari PKB di Banjar, Jawa Barat, yang gantung diri karena kecewa terhadap perolehan suaranya.
(mad/nrl)











































