"Anis Matta memang tokoh besar, tapi dia agak apolitis danΒ emosi saja. Dia tidak mengerti peta perkembangan politik terbaik yang harus dibangun di Indonesia," kata Fahmi Idris di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (14/4/2009).
Fahmi menyatakan jika Golkar keluar dari koalisinya dengan Partai Demokrat (PD) maka partai tersebut hanya berkoalisi dengan partai-partai Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi membantah jika posisi tawar Golkar saat ini lemah. "Jangan lihat persentase, kalau Pak SBY hanya dengan parpol Islam, apa mampu itu," katanya.
Menurut Fahmi, dari segi politik peluang koalisi Golkar dan Demokrat saat ini sangat terbuka. "Dari segi politik yang paling besar kemungkinannya dengan Partai Demokat, tapi bukan bararti yang lainnya tidak ada kemungkinan," imbuhnya.
Fahmi menjelaskan salah satu keputusan dalam rapat pimpinan pada Oktober 2008 adalah Golkar akan mengajukan calon Presiden jika memenangkan pemilu. "Rapim itu bekal bagi siapa saja, kalau Golkar menang akan calonkan presiden dari kadernya sendiri," katanya.
(nal/nwk)











































