"Bisa dengan program capacity building yang diselenggarakan oleh parpolnya atau dari Dewan atau kerjasama dengan LIPI. Bisa memperkuat tim asistensi. Artis-artis yang wawasan politiknya minim bisa di-feeding dengan asistensi yang kuat sehingga tidak bengong ketika ada perdebatan di parlemen," ujar pengamat politik dari Reform Institute Yudi Latief.
Hal itu disampaikannya usai talkshow "Profil Ideal Wakil Rakyat Hasil Pemilu 2009" di Hotel Borubudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (14/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artis itu dasarnya entertainment. Memperjuangkan ekspresi diri sendiri. Sedangkan menjadi anggota legislatif itu bukan menghibur tapi menyelesaikan masalah dan untuk kepentingan kolektif," jelasnya.
Begitu juga pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris. Haris mengatakan, banyak caleg yang sebenarnya tidak tahu politik. Ada bintang film artis dan pelawak. Sehingga yang dikhawatirkan legislatif pada umumnya bengong dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Oleh sebab itu wakil kita untuk di parlemen nanti mestinya ada pembenahan anggota legislatif. Supaya tidak nol pengetahuannya dan itu menjadi tugas pokok parpol sebelum anggota legislatif dilantik. Dibutuhkan pemahaman minimal mengetahui hubungan eksekutif-legislatif, kebijakan UU dan banyak sekali," tuturnya.
(gus/nrl)











































