"Teman-teman operator di daerah sudah pada capek. Mereka sudah bertumbangan," ujar praktisi TI dari ITB Dedy Syafwan kepada detikcom, Selasa (14/4/2009).
Dedy yang mengaku telah menerjunkan tim untuk memantau proses entry data di 300 kabupaten/kota ini menemukan bahwa para petugas di daerah banyak yang tidak siap. Di samping kegagapan menggunakan teknologi ICR, mereka juga dibuat lelah dengan proses rekap manual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedy juga menuturkan bahwa persoalan yang terjadi bukan bersumber dari kertas forumulir C1-IT yang dikatakan tidak memenuhi standar. Menurut dia, kertas yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi.
Hingga pukul 15.00 WIB, data yang ditayangkan di tabulasi KPU baru mencapai angka 5,2 juta. Padahal proses tabulasi sudah berlangsung 5 hari.
Sementara itu, Konsultan Media Center KPU Prasetyo, sebelumnya menjamin tabulasi akan berlangsung lancar dibanding hari-hari sebelumnya. "Dari daerah sudah mulai terpacu mengirimkan data sebanyak mungkin dan dari BPPT juga menjalin komunikasi dengan pihak kabupaten kota terkait dengan pengiriman dan mekanisme data," ujarnya di Hotel Borobudur.
(sho/nrl)











































