"Sebaiknya Mbak Puan tidak tergesa-gesa untuk diajukan dalam Pilpres tahun ini. Mbak Puan masih harus lebih banyak memperdalam kemampuan melayani rakyat di internal partai. Ke depan memang kami berharap beliau tampil sebagai sebagai tokoh nasional, tapi belum saatnya sekarang."
Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, Selasa (14/4/2009). Selama Pemilu legislatif ini Rudy tampil sebagai salah salah satu pendukung utama Puan dalam pencalegan. Puan maju sebagai caleg PDIP dari Dapil V Jateng yang meliputi Solo (Surakarta), Sukoharjo, Klaten, Boyolali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, Rudy berpendapat, seharusnya Puan Maharani dan DPP PDIP tetap mempertimbangkan masa depan partai serta menimbang hasil kongres dan Rakernas partai yang telah secara bulat memutuskan mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai capres.
"Kalaupun ada perubahan situasi politik, kami akan menjalankan keputusan partai. Namun sebaiknya PDIP saat ini lebih mematangkan koalisi permanen yang kongkrit. Tidak seperti Pemilu 2004 lalu, secara hitung-hitungan koalisi itu pasti menang tetapi prakteknya meleset jauh," ujarnya.
Puan sendiri secara tegas pernah menyatakan penolakannya jika diduetkan dengan capres manapun. Pernyataan itu dia sampaikan pada 25 Januari 2009 lalu ketika dirinya disebut-sebut akan dipasangkan dengan Rizal Ramli. Alasan penolakannya saat itu adalah harus patuh dengan amanat partai untuk mendudukkan kembali Megawati sebagai presiden.
"Saya tidak pernah berencana untuk itu (menjadi cawapres berpasagan dengan Rizal). Saya tidak akan mau dan akan menolak siapapun yang mencalonkan saya sebagai cawapres, baik dari Tim Pak Rizal Ramli maupun dari partai lainnya," ujar Puan dalam jumpa pers di Posko Puan Maharani di Jalan Bayangkara, Solo, saat itu.
"Sebagai kader saya harus mengamankan amanat kongres yang merupakan keputusan partai yaitu memenangkan Ibu Megawati sebagai dalam Pilpres mendatang. Hanya ada satu capres dari PDIP, yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai capres dalam Pemilu Pilpres mendatang," lanjut Puan waktu itu.
(mbr/yid)










































