"Enggak perlulah ancam-ancam begitu," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2009).
Menurut Agung, SBY sangat wajar bila menentukan sendiri siapa yang akan menjadi cawapresnya. "Karena kursi wapres kan cuma 1, jadi tentu sangat signifikan suara dari SBY," ujar pria yang menjabat Ketua DPR ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wacana yang menguat sekarang Golkar harus realistis melihat hasil pemilu," kata Agung.
Ketika ditanya apakah akan kembali menyodorkan JK sebagai cawapres pendamping SBY, atau kader Golkar lainnya, Agung mengaku hal ini belum diputuskan.
"Kita belum putuskan itu, nanti (Rapimnassus) 23 April," tandasnya.
Sekjen PKS Anis Matta pada Senin 13 April 2009 mengatakan partainya akan mempertimbangkan ulang dukungan ke SBY seandainya ketua Dewan Pembina PD itu menerima kembali Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapresnya.
Alasan Anis, JK dan Golkar sudah terlanjur keluar dari koalisi dan menyatakan akan mengusung JK sebagai capres. Kalau Golkar kembali merapat ke PD, PKS menilai hal itu pragmatisme semata.
(Rez/aan)











































