"Karena lobi politik itu untuk menjaga kejernihan berpikir dan positioning yang ada sekarang," ujar Ketua DPP Golkar Syamsul Muarif di Kantor DPP Golkar Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2009).
"Mohon maaf, saya tidak boleh mengatakan. Saya tidak dibolehkan untuk memberi tahu," imbuh dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Rapimnas 2008 lalu, imbuh dia, amanat keputusan partai adalah mewajibkan Golkar memajukan capres sendiri jika Golkar menang.
"Namun, fakta politiknya Golkar tidak menang. Berarti tidak wajib. Tapi bukan berarti tidak memajukan. Memajukan masih bisa terjadi, tergantung komunikasi politik nantinya," kata Syamsul.
Sementara itu, Wasekjen Golkar Rully Chairul Azwar mengatakan bahwa pertemuan antara SBY-JK kemungkinan membahas banyak hal, termasuk soal pemilu.
"Tapi kita belum ada laporannya. Karena yang ke sana cuma Pak JK sendiri," kata Rully.
(nwk/iy)











































