"Tutup saja, buang-buang uang ini, cuma sediakan facebook, informasinya tidak dapat," tutur Koordinator Nasional TePI Indonesia Jeirry Sumampow.
Hal ini disampaikan Jeirry saat mengunjungi Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 di Hotel Borobudur, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang datang tidak dapat informasi dan perkembangannya juga lambat sekali," tutur Jeirry sambil mengisi status facebooknya.
Jeirry yang rutin mengunjungi pusat penghitungan pemilu milik KPU ini menilai fasilitas yang dibuat KPU untuk bersaing dengan quic count milik lembaga survey ini kacau.
"Katanya real count, harusnya lebih jelas kan, selama 4 hari ini kacau menurut saya," ujar Jeirry.
Dia menambahkan, sebaiknya KPU menunggu perhitungan manual saja karena hasilnya lebih akurat. Jeirry meragukan KPU dapat memenuhi target pengumpulan data real count ini.
"Lebih murah, lebih cepat, langsung manual saja dari PPS. Kalau begini saya ragu tanggal 20 April (penutupan tabulasi) KPU sudah dapatkan target pengumpulan 80 persen suara," imbuhnya.
"Tidak sesuai apa yang dihabiskan dengan pelayannannya. Saya bisa facebookan di tempat lain atau di warnet," pungkasnya sambil tertawa.
(van/sho)











































