Jika SBY Terima JK, PKS Ancam Keluar Koalisi

Jika SBY Terima JK, PKS Ancam Keluar Koalisi

- detikNews
Senin, 13 Apr 2009 12:15 WIB
Jika SBY Terima JK, PKS Ancam Keluar Koalisi
Jakarta - Rencana kembalinya Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla ke pangkuan SBY mendapat penolakan keras dari PKS. Jika SBY tetap nekat menerima kembali JK sebagai cawapresnya, PKS akan keluar dari koalisi dan mempertimbangkan kembali dukungannya kepada SBY.

"Kalau JK kembali ke SBY, PKS akan mempertimbangkan ulang dukungan ke SBY. Kenapa begitu, karena kami berpandangan susah membangun koalisi kalau setiap orang datang dan pergi sesuka hati," kata Sekjen DPP PKS Anis Matta kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2009).

Menurut Anis, SBY harus berani menolak kembali JK dalam bagian koalisi baru yang akan dibangun bersama PD, PKS, PKB dan PAN. Selain itu pernyataan JK yang akan maju sebagai capres untuk bersaing dengan SBY juga harus menjadi pertimbangan untuk menerima kembali JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak JK kan kemarin sudah menyatakan keluar dari koalisi dan mendeklarasikan sebagai capres. Tidak seharusnya hanya gara-gara suara Golkar turun lalu memutuskan kembali ke SBY lagi, Ini kan seolah-olah hanya mengejar pragmatisme semata," paparnya.

Manurut Anis, persoalan koalisi terkait erat dengan masalah kepercayaan. Karena itu, agar masa depan koalisi SBY ini stabil di tengah jalan, faktor trust harus diperhatikan."Kalau dia bisa sesuka hati keluar masuk koalisi, apa yang bisa dipegang? Koalisi ini kan soal trust," papar Anis.

Saat ditanya apakah masuknya Golkar akan menggusur incaran PKS sebagai cawapres SBY, Anis menjawab,"Nggak begitu. PKS hanya tidak mau terjebak pada koalisi pragmatis yang hanya power sharing dan bagi-bagi jabatan. Jadi jangan mimpi untuk membangun koalisi permanen kalau masih membicarakan soal bagi-bagi jabatan."

(yid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads