"Saya nggak tahu dan tidak banyak ngerti apakah ini (tabulasi) bisa diotak atik. Tapi itu bisa saja diotak atik untuk bisa disamakan dengan quick count," ujar Direktur Komite Pemilih Indonesia (Tepi Pemilih) Jeirry Sumampow kepada detikcom, Senin (13/4/2009).
Jeirry tidak menjelaskan apa motif penyamaan data tersebut. Namun dia menggarisbawahi, patut diduga terjadi pengotak-atikan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeirry juga menduga ada intervensi pemerintah terhadap KPU. Dia mempertanyakan kenapa Ketua KPU dan beberapa anggota KPU lainnya menyambangi TPS tempat SBY menyontreng.
"Kenapa 4 orang KPU datang di TPS-nya SBY pada hari H. Ini memperlihatkan mereka tidak independen, diatur oleh pemerintah. Dan tidak menutup kemungkinan hasil tabulasi nasional ada hubungannya dengan intervensi pemerintah," pungkasnya.
(anw/iy)










































