Anggaran untuk pemeliharaan server ini sebenarnya cukup besar. Pagu yang ditetapkan KPU mencapai Rp 2,3 miliar. Pemenang untuk tender ini adalah PT Lapi Divusi dengan penawaran Rp 1,8 miliar.
Dana sebesar itu hanya untuk pemeliharaan. Artinya, KPU tidak membeli barang baru, tetapi meng-upgrade barang lama. Jumlah server yang dimiliki KPU adalah 6 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kekurangan server tersebut, situs tabulasi nasional pemilu mengalami down hanya beberapa jam setelah diluncurkan. Publik pun kesulitan mengakses. Untuk mengatasinya, KPU terpaksa meminjam 5 server tambahan dari BPPT. Yang jadi pertanyaan, anggaran Rp 1,8 miliar itu untuk apakah?
(sho/nrl)











































