"Sejak jauh-jauh hari saya melihat seharusnya real count dengan quik count tidak sinergi," ujar Ketua DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusron Ihza Mahendra ketika dihubungi detikcom, Senin (13/4/2009).
Menurut Yusron, pengambilan sampel yang dilakukan oleh lembaga survei tidaklah sama dengan data yang masuk ke KPU. Karena itu menjadi janggal jika hasil yang ditampilkan bisa sinergi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat itu langsungg secara nasional. Dulu 2004 kan per provinsi. Dengan total seperti itu sangat sulit dikontrol oleh masyarakat," papar Yusron. (ddt/sho)











































