Pemantauan yang dilakukan atas 300 KPU kabupaten/kota menunjukkan, 220 di antaranya sama sekali belum menggunakan software pemindai Intelligent Character Recognition (ICR) yang berfungsi memindai formulir C1-IT. Sedangkan 80 di antaranya telah menggunakan namun dihadapkan dengan berbagai kendala teknis yang mengganggu.
"Ada sekitar 220 kabupaten/kota yang sampai saat ini belum memanfaatkan ICR sebagai media scanning C1-IT dan juga sama sekali belum mengirimkan data ke tabulasi nasional," ujar praktisi IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Dedy Syafwan MT kepada detikcom, Minggu (12/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Formulir yang ada ini pun mereka tidak bisa men-scan atau entry karena keterbatasan SDM," tutur Dedy.
Adapun 80 kabupaten/kota yang lain, scanner dan ICR sudah mulai digunakan namun menghadapi berbagai kendala seperti rusaknya formulir C1-IT yang hendak di-scan dan jumlah operator yang terbatas.
"Formulir C1-IT juga masih sedikit yang sampai di KPUD," ucap Dedy.
Total kabupaten/kota di Indonesia berjumlah 471. Jika 300 di antaranya menghadapi masalah, artinya ada sekitar 63,5 persen dari seluruh kabupaten/kota yang terkendala proses tabulasinya.
(sho/nwk)











































