"Kami minta diadakan muktamar yang dipercepat untuk mengganti kepemimpinan PPP," kata Wasekjen DPP PPP Lukman Hakim Hasibuan di RM Sati Bundo Menteng, Jakarta, Minggu (12/4/2009).
Menurut Lukman, manuver SDA yang menggalang penjajakan koalisi dengan berbagai tokoh parpol bukanlah keputusan resmi internal PPP. Hal itu hanyalah manuver pribadi yang tidak didasari hasil rapat.
"Kalau merujuk pada AD/ART harus diputuskan (koalisi) melalui Rapimnas. Jadi menurut kami, itu (koalisi) masih wacana dan akal-akalan SDA saja. Kalau Parmusi sebagai ormas sih pinginnya ke SBY," papar Lukman.Β
Ketua DPP Parmusi ini juga menyayangkan langkah SDA yang sudah membuat statemen seolah-olah PPP telah membangun koalisi.
"Kami menyayangkan Suryadharma Ali yang sudah melakukan pendekatan koalisi dengan bertemu tokoh partai lain seperti Mega, Prabowo dan Wiranto. Bahkan sudah melontarkan soal golden triangle. Sebenarnya, itu belum bentuk koalisi," pungkasnya.
(yid/iy)











































