Merasa 'Digolputkan', Penyandang Cacat Protes KPUD Makassar

Merasa 'Digolputkan', Penyandang Cacat Protes KPUD Makassar

- detikNews
Minggu, 12 Apr 2009 15:32 WIB
Merasa Digolputkan, Penyandang Cacat Protes KPUD Makassar
Makassar - Forum advokasi dan penyadaran hak asasi manusia bagi penyandang cacat (Fapham Penca) Sulawesi Selatan mengadukan KPUD Makassar ke kantor Panwaslu Makassar. KPUD Makassar dinilai tidak memberikan akses yang baik bagi penyandang cacat dalam pelaksanaan Pemilu 2009.

Ketua Fapham Penca Sulsel, Sony Sandra, menilai sikap KPUD Makassar sebagai bentuk diskriminasi bagi penyandang cacat yang ingin menyalurkan hak pilihnya. Sebab tidak ada satupun TPS di Makassar yang menyediakan template bagi penyandang cacat. Padahal jumlah penyandang cacat, khususnya tunanetra di Makassar diperkirakan sebanyak 700 sampai 1000 orang.

"Sepertinya kami hanya dipandang sebelah mata oleh anggota KPUD Makassar," pungkas Sony di kantor Panwaslu Makassar, Jl AP Pettarani, Minggu (12/4/2009),

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Rahman, salah satu tunanetra, juga mengungkapkan kekecewaannya. Menurut Abdul, TPS 30 Parangtambung yang didatanginya tidak menyedikan formulir C5. Padahal di formulir itu termuat sumpah petugas KPPS terkait pendampingan penyandang tunanetra di bilik suara. TPS itu juga menyediakan template.

"Saya sudah capek-capek datang ke TPS, ternyata mereka tidak menghargai hak pilih saya," tutur Rahman.

Anggota Panwaslu Makassar bidang Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga, Muhammad Nasrun, berjanji akan segera mengirimkan surat konfirmasi sekaligus surat teguran kepada KPUD Makassar.

"Jika ada unsur pembiaran dan kesengajaan tidak mendistribusikan template bagi penyandang tunanetra, kami bisa memidanakan semua anggota KPUD Makassar dan menonaktifkannya," ujar Nasrun.

(mna/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads