"Sedang dirumuskan dengan sekjen-sekjen yang ada. Hari ini Prabowo, kemarin Wiranto. Selanjutnya dengan partai lainnya dengan kesamaan pendapat dengan kita dengan nilai-nilai lain kebangsaan," kata Mega usai bertemu Prabowo di rumahnya, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2009).
Menurut Mega, peluang koalisi dengan Prabowo dalam pilpres mendatang selalu terbuka. Hal itu yang dibicarakan dalam rakernas PDIP. "Rencana duet dengan Prabowo kemungkinan selalu terbuka. Seperti yang saya katakan di rakernas coba saja kita lihat nanti. Yang paling penting adalah perjalanan bangsa ini yang harus kita kawal dengan baik," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Quick Count tidak bisa jadi patokan. Tidak ada legalitas hukumnya. Tentu yang sangat menentukan KPU nanti," tegasnya.
Mega dan Prabowo pun berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mendukung dan meminta maaf kepada masyarakat yang sebenarnya ingin memilih tapi tidak bisa karena terganjal DPT.
"Tetapi saya juga minta maaf kepada seluruh warga bangsa yang ingin ikut memilih tapi tidak bisa memilih. Kami berdua (Prabowo) prihatin," imbuhnya.
(gus/nrl)











































