Hadapi Pilpres, Golkar Perlu Orbitkan Tokoh Baru Selain JK

Hadapi Pilpres, Golkar Perlu Orbitkan Tokoh Baru Selain JK

- detikNews
Sabtu, 11 Apr 2009 08:28 WIB
Hadapi Pilpres, Golkar Perlu Orbitkan Tokoh Baru Selain JK
Jakarta - Merosotnya suara Partai Golkar membuat Ketua Umumnya, Jusuf Kalla (JK), dipandang bukan lagi representasi dari partai beringin. Menghadapi Pilpres ke depan, Golkar harus mengorbitkan tokoh lain guna menaikkan daya tawar politik partai.

"Hasil ini harus dipertanggungjawabkan. Harus dijelaskan mengapa dulu Pak JK mencanangkan 30 persen, sekarang menjadi sama sekali terbalik? Karena itu, menurut saya, ketua umum sekarang sudah mungkin tidak bisa dipandang sebagai representasi utama dari partai," kata anggota DPR FPG Marzuki Darusman, kepada detikcom, Jumat (10/4/3009).

Menurut Marzuki, jebloknya perolehan suara Golkar merupakan sesuatu yang sangat mengejutkan bagi elit maupun kader Golkar. Belum ada dalam sejarah, Golkar berada dalam posisi yang rawan seperti sekarang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2004 saja bisa 21 persen, kini turun 6 persen suaranya," jelas Marzuki.

Mantan Jaksa Agung RI ini menguraikan lebih jauh mengenai penyebab kekalahan Golkar selain faktor kepimimpinan. Pertama, adalah diabaikannya perawatan terhadap kader partai. Menurutnya, survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, Politik (LP3ES) menunjukkan adanya exit pool (kader yang keluar meninggalkan partai) dalam jumlah besar.

Faktor penting lainnya adalah tidak adanya caleg Golkar yang jelas mewakili golongan karya, yang menjadi pendukung tradisional Golkar sejak dulu. Yang ada adalah calon perorangan yang memiliki akses kedekatan dengan ketua umum.

Mengenai perlu dimunculkannya tokoh baru selain JK itu, lanjut Marzuki, sudah dikomunikasikan dan berkembang di kalangan DPP Golkar.

Dikatakan dia, sudah pasti bahwa penjaringan bakal capres Golkar yang diadakan beberapa waktu lalu dimenangkan oleh JK. Sementara, situasi politik Golkar tidak memungkinkan lagi untuk mempertahankan JK.

"Kita harus cepat mengambil langkah untuk konsolidasi menuju pemilihan presiden, dan menempatkan partai pada kedudukan yang baik," pungkasnya. (irw/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads