SBY Akui Koalisi 2004 Banyak Kekurangan

SBY Akui Koalisi 2004 Banyak Kekurangan

- detikNews
Jumat, 10 Apr 2009 23:48 WIB
SBY Akui Koalisi 2004 Banyak Kekurangan
Jakarta - Sejak lama kekompakan antar parpol anggota koalisi pendukung pemerintahan SBY-JK menjadi bahan pertanyaan. SBY akhirnya mengakui bahwa ada yang kurang tepat dalam pola hubungan antar anggota koalisi itu baik di wilayah kabinet maupun parlemen.

"Kekurangan di sana sini selalu ada. Tidak perlu saya angkat ini karena urusan rumah tangga sebenarnya," tutur SBY di kediaman pribadinya, Cikeas, Bogor, Jumat (10/4/2009).

Menurut SBY, pangkal masalah dari itu semua adalah masih minimnya pengalaman dalam membangun koalisi. Akibatnya format koalisi yang dibangun untuk menghadapi Pilpres 2004 tersebut tidak disepakati dengan baik sejak awal oleh seluruh parpol pesertanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekedar contoh, SBY kemudian menyebut kasus salah satu parpol anggota koalisi yang mengambil sikap oposan terhadap rencana kebijakan pemerintah. Padahal sesuai komitmen koalisi, ada kader dari parpol tersebut yang duduk dalam kabinet pemerintahan dan terlibat dalam proses penyusunan kebijakan yang diajukan ke parlemen tersebut.

Kasus lain yang sempat menjadi kebingungan masyarakat adalah sikap seorang menteri yang berasal dari parpol anggota koalisi yang justru malah dalam beberapa kesempatan mengecam keras kebijakan pemerintah. Padahal yang bersangkutan masih duduk dalam kabinet pemerintahan yang dia kecam.

"Di negara mana pun mestinya he must be out. Dia masih menteri dan presidennya masih saya, kok, malah ke sana ke mari menghantami pemerintah seperti tidak ada beban," sambung SBY.

Berangkat dari pengalaman ini maka koalisi baru akan dibentuk pasca Pemilu 2009 harusnya berdasarkan pada aturan main yang jelas. Bagaimana pola hubungannya antar anggotanya di dalam ekseskutif dan legislative demi terkelolanya penyelenggaraan Negara lebih efisien dan efektif tanpa mengurangi daya kritis.

"Supaya demokrasi kita menjadi demokrasi yang civilized dan demokrasi yang bisa diikuti dengan nalar yang baik pula," tambah SBY.

(lh/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads