"Pertama dari segi waktu, kita masuk 12 maret. Kedua ketika kami masuk sistem sudah setengah jalan, seperti pengadaan barang dan spesifikasinya sudah diputuskan," ujar Kepala BPPT Marzan A Iskandar di Hotel Borobudur, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2009).
Menurut Marzan, akibat molornya waktu tersebut, BPPT mengalami kesulitan dalam menyiapkan hasil tabulasi nasional pemilu. Dia mencontohkan, Intellegent Charracter Recognition (ICR) yang ada tidak memiliki standar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun BPPT tidak menyalahkan KPU atas mepetnya waktu. Mereka memahami jika KPU sebelumnya telah menyerahkan tanggungjawab tabulasi ke pihak lain, sehingga permintaan ke BPPT terlambat.
Meski waktunya mepet, BPPT tetap menyanggupi permintaan KPU karena untuk menjaga momentum. Sebab tahun 2004 lalu tidak ada tabulasi serupa, sehingga mereka tidak ingin pemilu 2009 ini lebih buruk.
Sementara itu, menurut ketua tim teknis IT KPU dari BPPT Husni Fahmi, penyebab terganggunya koneksi situs tabulasi elektronik pemilu adalah karena lemahnya server. Dari 6 server yang tersedia, baru 1 yang bisa difungsikan. Satu server bisa melayani 100-200 koneksi.
"Jadi jumlah koneksi tidak mencukupi," katanya.
Malam ini pihaknya sedang berupaya untuk memfungsikan server lain. Husni menargetkan, situs tabulasi penghitungan suara KPU bisa normal kembali pada esok hari.
(mad/irw)











































