"Sistem scanning memerlukan waktu uji coba yang lama, biayanya juga sangat mahal, dan hasilnya lambat seperti sekarang ini. Sebenarnya mengapa KPU tidak menggunakan SMS atau telepon saja, sudah jelas lebih murah dan lebih akurat," ujar Direktur Utama Cetro ini.
Hal itu disampaikan Hadar saat mengunjungi Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 KPU di Hotel Borobudur, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data begitu banyak dari TPS harus di-scan dengan satu scanner di kabupaten, belum lagi kertas suaranya kan dilipat-lipat sehingga saat dimasukkan scanner menjadi keriting dan tidak terbaca. Banyak petugas di kabupaten belum paham cara penggunaan mesin baru ini," tutur pria berkacamata ini.
Hadar pun menyarankan agar pemilu presiden nanti, KPU menggunakan fasilitas yang lebih hemat dan efektif saja.
"Lebih baik gunakan telepon atau SMS saja, sudah jelas semua petugas punya handphone, KPU tinggal siapkan nomernya saja," pungkas Hadar.
(van/irw)











































