Demikian tutur Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang rencana koalisi pasca Pemilu 2009. Ini disampaikannya di kediaman pribadinya di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jumat (10/4/2009).
"Belajar dari pengalaman sebelumnya maka koalisi mendatang harus rules based, kontrak dan konteks politik jelas serta etika koalisi yang tegas," tutur SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar masyarakat bisa ikut kontrol apakah semua yang tergabung dalam koalisi itu mentaatinya dalam format koalisi atau tidak. Sehingga tidak lagi membingungkan rakyat," sambung SBY.
Perlunya kontrak politik dan etika koalisi yang tertulis dan publik ketahui secara luas bukan kemauan pihak PD semata. Tetapi justru berangkat dari keinginan masyarakat luas melihat praktek koalisi yang ada berjalan 4 tahun ini.
"Banyak SMS yang masuk selama ini manakala ada guncangan politik. 'Lho katanya koalisi. tapi kok begitu?'. Dinamika politik itu pasti terjadi, tapi koalisi perlu dipertahankan. Suara rakyat itu patut didengar. Jangan kira rakyat hanya ikut saja, mereka bisa ikuti dengan mata hati," papar SBY. (lh/anw)











































