Capres Batal, Golkar Cenderung Pilih Koalisi dengan Demokrat

Capres Batal, Golkar Cenderung Pilih Koalisi dengan Demokrat

- detikNews
Jumat, 10 Apr 2009 15:20 WIB
Capres Batal, Golkar Cenderung Pilih Koalisi dengan Demokrat
Jakarta - Perolehan suara Golkar yang diyakini hanya sekitar 15 persen membuat partai ini berpikir ulang untuk mengajukan calon presiden (capres) pada pemilihan presiden 2009. Paling strategis, Golkar tidak mengajukan capres dan memilih berkoalisi dengan Partai Demokrat.

"Dengan perhitungan seperti ini,Β  Golkar barangkali mempertimbangkan tidak lagi mencalonkan presiden. Mungkin akan cenderung berkoalisi dengan Demokrat," kata Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga saat dihubungi detikcom, Jumat (10/4/2009).

Dia mengatakan salah satu hasil rapat serius di sebuah gedung di samping rumah dinas Wapres Jusuf Kalla (JK) pada Jumat malam adalah Golkar harus segera melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat. Dia membenarkan ucapan selamat JK kepada SBY atas kemenangan Demokrat sebagai upaya komunikasi politik yang mengarah ke koalisi itu, selain sebagai etika politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Theo, kemungkinan Golkar tidak mengajukan capres sangat besar. Karena untuk mencalonkan capres, Golkar harus mencari teman koalisi yang memiliki minimal 10% suara nasional. "Tapi, ini sulit. Akan berkoalisi dengan PDIP, ya PDIP sudah memiliki capres, berkoalisi dengan Demokrat, ya Demokrat juga sudah punya capres," kata dia.

Saat ditanya bila ada dua pilihan paling mungkin saat ini, berkoalisi dengan PDIP atau berkoalisi dengan Demokrat, Theo menjawab Golkar cenderung merapat ke Demokrat. "Dengan Demokrat kita sudah bekerja sama sejak 4,5 tahun lalu dan kerja sama itu berjalan lancar," ujar Ketua Komisi I DPR ini.

Apalagi, lanjut dia, bila koalisi Golkar dengan Demokrat juga dibarengi dengan parpol-parpol lain seperti PKS, PAN, PKB, dan partai-partai lain sehingga memiliki suara nasional lebih dari 50%. "Jadi, dengan koalisi itu kita akan bisa membangun pemerintahan yang efektif dan kuat di parlemen," ujar Theo.

Saat ini, upaya untuk berkoalisi dengan Demokrat memang belum diputuskan Golkar. Namun, komunikasi-komunikasi akan terus dilakukan ke arah itu. "Keputusan finalnya akan diambil dalam Rapimnas Khusus yang akan digelar dalam waktu dekat," jelas Theo.

Saat ditanya apakah keinginan Golkar untuk berkoalisi dengan Demokrat akan diterima dengan baik oleh parpol pengusung SBY itu, Theo yakin. Bila sebelumnya ada gesekan kecil antara Golkar dengan Demokrat, hal itu sebenarnya hanyalah dinamika politik. "Politik itu dinamis," ungkap dia.

Menurut Theo, Golkar akan terus memantau perkembangan real count yang digelar KPU. Dia memprediksi, Golkar akan bisa bertengger di urutan kedua setelah Demokrat, meski memperoleh suara sekitar 15%.
(asy/nrl)


Berita Terkait