"Kalau strategi komunikasi politik seperti sekarang ini, Mega akan semakin kecil peluangnya. Harus mengubah strategi dan lebih merakyat," kata pengamat politik Boni Hargens saat dihubungi melalui telepon, Jumat (10/4/2009).
Contoh kecil saja, saat iklan kampanye pemilu legislatif lalu, PDIP memainkan iklan BLT, di mana iklan itu otomatis mendukung pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga, wakil Mega harus seorang yang merupakan vote getter, bisa itu pasangan Mega-Sultan atau Mega-Prabowo.
"Itu akan sangat mempengaruhi, kans tergantung wakilnya," jelasnya.
Boni menambahkan, Mega tidak perlu berkoalisi dengan Jusuf Kalla, karena tidak akan mampu membendung SBY.
"Kalau dengan JK itu kartu mati,Β lihat saja JK tidak mampu melawan penggembosan partainya oleh Hanura dan Gerindra," tutupnya.
(ndr/nrl)










































