"Tadi malam banyak teman-teman di Golkar mengirim SMS kepada saya, meminta saya untuk turun gunung," kata pria yang sering disapa Bang Akbar saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (10/4/2009) pagi.
Kepada teman-temannya itu, Akbar menegaskan loyalitasnya terhadap Partai Golkar tidak perlu diragukan. "Saya jawab kepada mereka, bahwa saya tetap berkomitmen dan mendukung Golkar. Sebagai bukti, di musim kampanye kemarin, saya berkampanye di 14 provinsi. Dari 21 hari kampanye, saya berkampanye selama 18 hari. Kampanye saya mungkin lebih banyak dibanding pengurus Golkar," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apakah Golkar lebih efektif hanya mengajukan cawapres agar bisa berkoalisi dengan parpol lain? "Itu merupakan satu poin yang harus dibahas oleh Golkar. Kesimpulannya seperti apa, nanti kita lihat seperti apa," ungkap mantan ketua umum DPP Partai Golkar ini.
Menurut Akbar, terlepas dari keputusan Golkar apakah akan mengajukan capres atau cawapres, yang juga perlu dilakukan oleh Golkar adalah mengganti tokoh yang diajukan yang lebih favourable. Saat ditanya apakah Golkar harus kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat, Akbar menilai hal itu bisa dilakukan, tergantung dari komunikasi kedua parpol. Namun, untuk berkoalisi dengan Demokrat, Golkar tentu tidak bisa mengajukan capres.
Apakah Bang Akbar siap menjadi cawapres? "Saya siap untuk memberikan pengabdian kepada bangsa, bilamana memang ada dukungan, ada panggilan," ujar dia.
Sebelumnya, sempat muncul wacana yang mendorong agar SBY berduet dengan Akbar Tandjung di Pilpres 2009.
(asy/nrl)











































