"Kalau melihat kekuatan partai, kekuatan mobilisasi sumber daya finansial dan sumber daya tokoh menjadi yang utama. Sekarang motivasi pemilih sudah tidak peduli lagi ideologi," kata pengamat politik dari Reform Institute, Yudi Latief, dalam perbincangan melalui telepon, Jumat (10/4/2009).
Menurut dia, pemilu secara singkat merupakan adu kuat-kuatan logistik, karena bila melihat kemampuan seluruh partai dalam memobilisasi sumber daya manusia sama saja, tidak ada yang solid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, belum lagi dengan banyaknya kasus baik hukum atau pun intrik politik yang membuat partai Islam kehilangan suara. "Mereka menjadi kehilangan kewibawaan," tutupnya.
(ndr/nrl)










































