"Dengan penurunan dari 21,6% menjadi sekitar 15% ini tentu saja menyedihkan bagi warga Golkar," kata Akbar saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (10/4/2009).
Akbar yakin bahwa hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga merepresentasikan hasil yang sebenarnya. Hasil quick count memperlihatkan Partai Demokrat unggul dengan perolehan suara di atas 20%, sedang Golkar dan PDIP memiliki suara yang hampir sama di urutan kedua dan ketiga dengan perolehan sekitar 15% suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain, lanjut Akbar, citra atau image Partai Golkar tidak favourable bagi publik. "Ini banyak faktornya, bisa karena tokohnya, sikap-sikap poitiknya, dan faktor-faktor internal lainnya," jelas Akbar yang pada pemilu ini masih semangat ikut kampanye Partai Golkar.
Turunnya suara Golkar ini memang membuat para pimpinan Golkar langsung melakukan konsolidasi. Rabu (9/4/2009), Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat bersama tokoh-tokoh Golkar di sebuah rumah di samping rumah dinasnya di Menteng Jakarta hingga larut malam.
(asy/nrl)










































