Sejak siang tadi, Kamis (9/4/2009), berbagai lembaga survei berlomba-lomba menyajikan hasil penghitungan cepat. Adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang paling awal menyajikan hasil survei. Disusul lembaga-lembaga survei yang lain, seperti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lembaga Survei Nasional (LSN), Cirus, dan masih banyak lagi yang lain.
Ternyata, semua lembaga-lembaga survei tersebut secara kompak menempatkan Partai Demokrat sebagai partai yang paling banyak dipilih oleh publik. Dan yang paling membuat surpise, semua lembaga survei untuk sementara ini memposisikan Demokrat meraih lebih dari 20 persen suara. Apa artinya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini artinya, cuma PD lah satu-satunya partai yang bisa mengusung capres tanpa koalisi dengan partai lain. Dengan hasil PD yang mengalami peningkatan sebesar 100 persen lebih dari pemilu 2004 ini, SBY akan dengan mudah maju sebagai capres.
Pencapresan JK-Mega Terancam?
Siapa sosok yang akan mendampingi SBY untuk menuju RI 1 dan 2 nanti bukan hal yang sulit diputuskan SBY. Dengan mengantongi suara Partai Demokrat yang lebih dari 20 persen, SBY akan leluasa memilih cawapres tanpa kekhawatiran akan ditinggal koalisi bersama.
Dengan hasil quick count ini, capres lain seperti Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri harus berpikir ulang untuk tetap nyapres. Dengan jumlah perolehan sementara hitung cepat lembaga survei sekitar 14-15 persen, kedua ketua umum partai terbesar ini harus memutar otak untuk mencari pasangan koalisi. Jangan-jangan PDIP dan Golkar akan koalisi untuk menghadang SBY? Atau justru JK kembali merapat ke SBY? Entahlah.
(anw/yid)











































