"Sekalipun baru hasil quick count, tapi perhitungan tersebut merupakan produk
akademis. Jadi mau tidak mau harus jadi pertimbangan partai," ujar anggota
Bapilu DPP PDIP Budi Mulyawan.
Pertimbangan yang dimaksud Mulyawan, mempersiapkan diri supaya capres dari PDIP, Megawati Soekarnoputri tidak kalah kedua kalinya di pilpres 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia belum memastikan partai mana yang akan digandeng PDIP untuk berkoalisi. Sebab saat ini, kata Mulyawan, para elit DPP masih terus memantau perkembangan perolehan suara partai berlambang kepala banateng moncong putih tersebut.
"Bila melihat keunggulan PD. Suka tau tidak suka DPP PDIP harus berkoalisi
dengan partai yang logistiknya (dananya) kuat. Bukan hanya mengandalkan
jaringan," harap Mulyawan.
Ketika ditanya partai mana yang kemungkinan bakal diajak berkoalisi, Mulyawan menyebut Golkar dan Gerindra.
Kedua partai ini, imbuhnya, punya kelebihan masing-masing. Golkar punya jaringan yang kuat, sementara Gerindra punya dana yang besar.
Sementara pematangan koalisi itu sendiri, kata Mulyawan, paling tidak dilakukan paling lambat minggu depan. "Makin cepat makin baik," pungkasnya. (ddg/ken)











































