Seperti di TPLN Hanoi, Vietnam, misalnya. PD memperoleh 42 persen suara dari total suara yang sah (102 suara). Urutan kedua ditempati Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memperoleh 17,6 persen suara dan menyusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 9,8 persen suara di posisi ketiga.
Partai Gerindra dan Partai Golkar sama-sama berada di urutan keempat dengan 8 persen suara. Sementara urutan kelima dihuni oleh 5 persen suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghitungan suara berakhir dengan tepuk tangan panjang dalam suasana penuh persaudaraan dan keceriaan," ujar Gurnitha dalam rilisnya kepada detik.com.
Dijelaskan dia, tidak semua pemilih tetap menggunakan hak pilihnya. Dari 189 pemilih, hanya 106 orang yang menyontreng atau sekitar 55,5 persen. Sementara surat suara yang tidak sah berjumlah 4 suara.
"Ada satu orang di antaranya merupakan pemilih yang terdaftar di TP lain, tetapi memilih di TPLN Hanoi," tuturnya.
Menurut Gurnitha, para pemilih yang datang sejak pagi rata-rata belum menentukan pilihannya. Mereka bingung lantaran saking banyaknya partai dan banyak calon anggota legislatif (caleg) yang bertarung. Apalagi, foto para caleg tidak dicantumkan di dalam kertas suara.
"Banyak pemilih yang terkejut ketika membuka surat suara. Kebingungan mereka disebabkan karena tidak terdapat foto para calon dari masing-masing partai peserta pemilu," pungkas Gurnitha.
(irw/iy)











































