Ironisnya, si partisan malah juga memberikan kartu nama tersebut kepada seorang pemantau independen dari Migrant Care bernama Rofi'i (29).
"Saya heran, kenapa mereka memberikan kartu nama caleg ke pemantau, pada hal saya sudah pakai kartu pemantau," kata Rofi’I di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kamis (9/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemantau independen lainnya dari UNIMIG Indonesia, Muhammad Iqbal menemukan adanya seruan dari oknum tertentu dengan menggunakan pengeras suara dan bus kepada WNI yang tinggal di sekitar Gombak, Selangor untuk datang dan memilih ke TPS.
Anggota Panwaslu Kuala Lumpur Doni Adriansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, timnya memang masih menemukan banyak pelanggaran di hari pemilihan. Pihaknya akan berkoordinasi terus menerus dengan tim pemantau.
"Untuk pelanggaran yang dilakukan Gerindra di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, saya belum dapat laporan dari pemantau di lapangan. Tapi kami tetap akan berkoordinasi dengan kawan-kawan pemantau, dan kalau nanti memang terbukti bersalah, partai bersangkutan aka nada sanksi," cetus Doni.
(rmd/irw)











































