"Sekarang masih banyak yang merantau (pergi ke hutan), jadi tidak memilih. Tapi kami yang sedang tinggal di kampung, milih semua," kata Menarif (45), seorang warga suku anak dalam setempat.
Kades Sungai Jernih, Umar Ali, mengatakan, memang rata-rata pola hidup berpindah (nomaden) belum bisa sepenuhnya lepas dari kehidupan suku anak dalam, atau yang lebih dikenal dengan suku Kubu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suku anak dalam merupakan salah satu suku di Sumatera bagian selatan yang sebagian besar masih hidup dalam tradisi hutannya. Sebagian besar mereka menolak modernisasi, baik di masa kerajaan Islam, kolonial Belanda, hingga pemerintahan Indonesia. Suku anak dalam ini hidup di sebagian besar pergunungan Bukit Barisan, yang mencakup wilayah Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
(tw/djo)











































