"Ini temuan dari pemantauan kita, yang kita terima dari dua pemantau di lapangan, hampir sebagian besar warga yang mendatangi TPS sangat kecil partisipasinya," kata Koordinator Kepemiluan Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (SIGMA) Indonesia, Sahid Salahuddin, kepada detikcom, Kamis (9/4/2009).
Sahid mengatakan, TPS 24 di Kompleks Anggota DPR Kalibata yang memiliki data DPT sebanyak 455 orang, hanya 4 persen atau 18 orang ditambah petugas KPPS dan saksi yang memilih. Sementara di TPS 25 yang memiliki 469 orang, sekitar 7 persen yang mendatangi TPS, yaitu 36 orang ditambah petugas KPPS dan saksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dari pantauan di sejumlah TPS di Jakarta Timur, banyak DPT, DCT DPR dan DPD yang tidak dipasang di lokasi. Setiap TPS hanya disaksikan sekitar 2 sampai 5 orang, bahkan saksi DPR nyaris tidak ada.
"Perang mulut antara saksi dan KPPS terjadi di mana-mana. Hanya satu dari delapan KPPS yang membuka terlebih dahulu surat suara sebelum digunakan pemilih," pungkasnya.
(zal/irw)











































