Kebun binatang di wilayah Jakarta Selatan itu mulai dipadati pengunjung yang kebanyakan orang tua yang membawa anak-anak kecilnya. Sambil berjalan santai, mereka melihat-lihat koleksi satwa yang dipamerkan, Kamis (9/4/2009).
Namun anehnya, dari beberapa orang yang ditemui detikcom, banyak di antaranya yang tidak menggunakan hak pilihnya. Hal itu terlihat dari jari kanan mereka yang bersih dari tinta biru, tanda telah mencontreng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak dapat tiket kereta, jadi saya nggak bisa memilih," kata Wati malu-malu.
Wati mengaku tidak mengetahui ada formulir A5 yang memungkinkan seseorang memilih di tempat rantau. "Wah ada ya kayak gitu, saya nggak tahu," kata Wati yang datang ke Ragunan bersama suami dan dua anaknya itu.
Namun tidak begitu dengan pedagang-pedagang di Ragunan. Kebanyakan mereka memilih terlebih dulu sebelum menjajakan dagangannya. "Tadi saya sudah nyontreng," kata Ahmad, seorang pedagan es krim.
Begitupun dengan Sumiati. Pedagang makanan kecil itu tidak mau menyia-nyiakan hak pilihnya. "Semoga pilihannya tepat," katanya sambil menunjukkan kelingkingnya yang telah ditandai tinta.
Meski Ragunan mulai padat, lalu lintas di sekitar kebun binatang ini belum macet. Lalu lintas di Jalan Harsono RM masih ramai lancar.
(ken/iy)










































