Yenny berangkat ke Bangkok Kamis (9/4/2009) pagi. Yenny kemudian tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 11.45 WIB.
"Nah ini kan baru sampai," kata Yenny saat ditanyai wartawan apakah dirinya ikut mencontreng di lokasi, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nanti memilih ya tergantung. Apa nanti yang dilakukan di bilik suara. Apa itu? Itu kan urusan rahasia. Tapi bahwa kita punya hak juga," ujarnya.
Mengenai adanya kader PKB yang menjadi golput, menurut Yenny hal tersebut masih dalam tahap yang wajar. Bagi mereka yang ingin memberikan suara, pihaknya sudah memberikan sejumlah opsi yang bisa ditempuh.
"Kemarin kita kan sudah melakukan koalisi strategis dengan Gerindra maka memang dianjurkan untuk menyalurkan suara ke Gerindra," jelasnya.
Saat ditanyakan berapa banyak kader PKB yang golput, Yenny mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai hal itu. "Belum ada laporan dan belum kita cek berapa kader yang golput," imbuhnya.
Yenny pun pesimis memandang pemilu kali ini. Karena ada banyak hal mendasar yang tidak dipenuhi KPU. Terutama mengenai transparansi informasi kejelasan DPT.
"Lalu banyak sekali orang-orang yang tidak dapat kartu suara untuk memilih. Jadi hal yang semacam ini akan mengganggu kredibilitas pemilu dan dikhawatirkan bisa menimbulkan gejolak. Sehingga kita memandang pemilu ini dengan pesimisme," tandasnya.
(gus/tbs)











































