Informasi yang dihimpun detikcom di lokasi kejadian, Salmah sudah berada di TPS sejak pukul 08.00 wita. Namun ia bolak-balik ke rumahnya, sebelum akhirnya mendapat giliran mencontreng pukul 10.30 wita.
Belum dua menit, Salmah berada di bilik suara, tiba-tiba perempuan dua cucu ini terjatuh. Sejumlah petugas KPPS kaget, dan menyerbu. Proses pemungutan suara sempat terhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salmah lantas dilarikan ke instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Mataram. Jarak TPS dengan rumah sakit sekitar dua kilometer.
Β
Santi, dokter jaga IGD RSU Mataram mengatakan, sesaat begitu tiba di IGD, Salmah masih bernafas. Sejumlah upaya dilakukan untuk memberi pertolongan, seperti memberi oksigen, dan alat pengejut jantung. Namun, takdir berkehendak lain. Salmah tak terselamatkan. Ajal menjemputnya.
"Kita periksa, tekanan darahnya sudah pada 210. Padahal harusnya orang seusia dia, harusnya tekanan darahnya pada paling tinggi 130," ujar Santi. Ia menegaskan, Salmah meninggal akibat serangan jantung.
Jenazah Salmah kini sudah dibawa keluarganya. Menurut rencana, ia akan dimakamkan Jumat esok.
(djo/djo)











































