Pantauan detikcom, Kamis (9/4/2009), sejumlah warga yang sudah datang sejak pukul 8.00 pagi untuk memilih ditolak oleh petugas KPPSLN. Tertolaknya warga disebabkan banyak yang tidak terdaftar dalam DPT meski pun mereka sudah membawa bukti kewarganegaraan Indonesia.
Seorang warga, Supriyatna (40) mengatakan, dirinya sudah pagi-pagi datang ke KBRI, tapi tidak boleh memilih. "Saya tidak tahu sudah terdaftar atau belum. Tapi saya dapat kabar kalau boleh memilih asalkan bawa KTP atau paspor," ujar pria yang tinggal di Kuala Lumpur itu saat berbincang dengan detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tinggal di Kuala Lumpur tidak jauh dari KBRI. Saya sudah, tapi kok saya di data katanya lewat undi pos. Bagaimana ini," kata Sarni yang datang bersama Supriyatna.
Fera, mahasiswi master di Hospital UKM pun mengalami hal yang sama. Dia bersama lima orang temannya justru dikategorikan sebagai pemilih undi pos.
"Masalahnya saya sudah daftar waktu itu berkelompok dengan kawan-kawan. Tapi dimasukkan dalam undi pos. Sampai sekarang kami tidak terima. Alamat surat suara nya saja salah. Sampai kapanpun tidak akan sampai. Jadi saya datang ke sini untuk memilih. Tapi tidak dibolehkan," sesal Fera.
Menanggapi banyaknya permasalahan DPT, Dubes RI untuk Malaysia Dai Bachtiar menegaskan WNI yang tidak terdaftar dalam DPT tetap tidak dapat memilih meski telah menunjukkan bukti kewarganegaraan kepada petugas.
"Sebab tegas dalam undang-undang, yang tidak terdaftar tidak dapat memilih. Kita harus patuhi," cetus dia.
Ketua PPLN Kuala Lumpur Teguh Hendro Cahyono mengatakan, akan menindaklanjuti calon pemilih undi pos yang ingin menyontreng di TPS dengan membuat surat pernyataan bagi calon pemilih tersebut agar tidak akan menyontreng dua kali.
"Jadi surat pernyataan itu, kalau mereka undi pos dan belum menerima suratnya, maka akan mengembalikan surat suara via pos itu dengan utuh tanpa dicontreng. Kami sudah edarkan surat pernyataan ini," cetusnya.
Total pemilih DPT se-Malaysia berjumlah 851 ribu. 427 ribu diantaranya merupakan DPT di wilayah Kuala Lumpur.
(rmd/ken)











































